Selasa, 09 Juli 2013

20 Misteri Yang Tak Terpecahkan

1. kerajaan inca  di Amerika Selatan
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Kekaisaran Inka perkasa dari Amerika Selatan berkembang antara 1200 dan 1535 Masehi. Mereka mengembangkan sistem drainase dan kanal untuk memperluas tanaman mereka, dan kota-kota dibangun di atas batu pegunungan yang curam – seperti Machu Picchu (di atas) – tanpa pernah inventing the wheel. Meskipun prestasi mereka yang luas, Kekaisaran Inka dengan 40.000 tentara yang diawaki tidak cocok untuk 180 conquistador Spanyol bersenjata dengan senjata canggih dan cacar.
2. Piramida Kuno di Giza, Mesir

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Khafre (l.) dan Khufu (r.) adalah dua dari tiga Piramid kuno di Giza, Mesir. Khufu adalah yang terbesar, terdiri dari lebih dari 2 juta batu dengan beberapa 9 ton beratnya. Piramida, dibangun sebagai makam raja-raja yang rumit untuk ilahi, tanggal kembali ke 2550 SM. Egyptologists modern percaya bahwa Piramid yang terbuat dari batu diseret dari tambang dan, meskipun kesaksian Yunani kuno, dibangun terutama oleh pengrajin terampil daripada tenaga budak.
3. Kuil Maya

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Menurut Long Count Mesoamerika Kalender, yang dibuat terkenal oleh orang-orang Maya kuno, Desember 2012 menandai berakhirnya siklus baktun saat ini. Ini sedikit informasi telah banyak arkeolog ketakutan. Beberapa percaya bangsa Maya peringatan dari kiamat datang, sementara yang lain bersikeras itu hanya kesalahpahaman matematika.
4. Legenda El Dorado

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Legenda El Dorado berasal dari Muisca, yang tinggal di negara modern Kolombia 1000-1538 Masehi. Dalam sebuah upacara ritual untuk dewi mereka, kepala suku akan menutupi dirinya dalam debu emas dan melompat ke danau sebagai persembahan. Hal ini melahirkan legenda kota emas yang hilang, yang dipimpin conquistador Spanyol pada seekor angsa liar mengejar ke mana-mana.
5. Pulau Paskah

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Pulau Paskah, juga dikenal sebagai Rapa Nui, yang jauh terletak 2.000 mil di lepas pantai Tahiti. Para pemukim asli dari pulau itu Polinesia yang bermigrasi ke tanah jauh-off antara 400 dan 600 SM. Mereka membangun kuil dan patung banyak, yang disebut Moai, dari batu yang digali di seluruh pulau termasuk situs gunung berapi.Para peneliti masih mempertanyakan persis bagaimana batu-batu besar dipindahkan.
6. Segitiga Bermuda

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Segitiga Bermuda – terletak di Atlantik antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico – adalah seorang pencuri, mencuri pesawat dan kapal langsung dari keberadaan.Daerah ini mendapat namanya setelah Sersan. Howell Thompson (l.), bersama dengan 27 penerbang Angkatan Laut, menghilang dari tempat iblis selama penerbangan rutin pada tahun 1945. Rumor bertahan pada penjelasan supranatural, tetapi banyak spesialis menyalahkan badai, Stream Teluk berat dan kesalahan manusia.
7. Garis Nazca

Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
Garis nazca mencakup lebih dari 190 mil persegi di padang pasir selatan Peru.Bentuk misterius terukir di lapangan sepak bola tanah mendahului saingan dan Kekaisaran Inca. Angka tersebut ‘Las Manos’ (di atas) adalah 2.000 tahun. Sedikit yang tahu tentang mengapa orang-orang Nazca dibangun potongan besar seperti seni pasir, beberapa percaya mereka ekstraterestrial di alam, sementara yang lain mengklaim bahwa mereka mungkin telah dibawa dan menunjuk ke sumber air.
8. Aliens
Area 51, yang terletak di Groom Lake di bagian selatan Nevada (c.), didirikan pada tahun 1955 oleh Angkatan Udara AS untuk mengembangkan dan menguji pesawat baru – seperti U-2 pesawat Spy, A-12 Blackbird dan F-117 Stealth Fighter . Sifat rahasia dari pangkalan militer, dikombinasikan dengan penelitian pesawat diklasifikasikan, membantu teori konspirasi bayangkan instalasi diisi dengan perjalanan waktu eksperimen, UFO dan otopsi coverups asing.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
9. Sphinx of Giza, Mesir

 Mesir yang menakjubkan, Sphinx di Giza memiliki tubuh singa dan kepala Firaun, diyakini oleh sebagian besar adalah bahwa raja Khafre. Hal itu diukir dari batu kapur lembut, dan telah perlahan-lahan jatuh terpisah selama bertahun-tahun. Sebuah teori populer hidung hilang klaim tentara Napoleon menembak dengan sebuah meriam pada tahun 1798, namun sketsa awal menemukan Sphinx tanpa mengamuk hidung mendahului Napoleon.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
10. Loch Ness Rakasa
Menurut cerita rakyat Skotlandia, makhluk mistis disebut kuda air umpan anak kecil ke kuburan air dengan menipu mereka untuk naik kembali lengket. Para Rakasa Loch Ness menjadi heran bahasa Inggris pada tahun 1933, setelah laporan saksi menjadi berita utama surat kabar. Tidak ada bukti keras makhluk yang pernah direkam dengan beberapa gambar, termasuk satu di atas, yang terbukti sebagai hoax.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
11. The Fountain of Youth
Don Juan Ponce de Leon menyelesaikan klaim Spanyol di Amerika pada 1509, dan segera setelah diangkat menjadi gubernur dari Puerto Rico. Enam tahun kemudian, setelah rumor India, ia melakukan perjalanan ke utara menuju pulau Bimini mencari Fountain of Youth. Bimini ternyata semenanjung Florida, dan air mancur tetap tersembunyi sampai Juli 2006, ketika pesulap terkenal David Copperfield mengklaim perairan pada $ nya 50 juta Exumas Island (c.) memiliki sifat penyembuhan.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
12. Chupacabra
Phylis Canion memegang kepala chupacabra di rumahnya di Cuero, Texas. Binatang aneh, pertama kali dilaporkan di Puerto Rico pada tahun 1995, ternyata memiliki rasa  darah ayam dan kambing. Meskipun banyak gambar seperti di atas bisa membuktikan eksistensinya, ahli biologi menjamin tidak ada makhluk seperti itu.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
13. The Ark of the Covenant
Tabut Perjanjian adalah dijelaskan dalam Alkitab sebagai sebuah peti mati kayu, berlapis emas, dibuat untuk membawa tablet dari Sepuluh Perintah Allah. Peti mati itu dibawa seluruh gurun dan tetap di Bait Allah Israel sampai perusakan oleh tangan Kekaisaran Babel. Keberadaannya masih belum diketahui, namun Hollywood versi sendiri untuk ‘Raiders dari Ark Hilang
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
14. The Stonehenge
Pemandangan Stonehenge Salisbury Plain, Inggris, telah menjadi hotspot wisata.Tapi sebelum orang asing dengan jaket dan kamera muncul, daerah tersebut mungkin telah tempat penguburan dan ruang seremonial sejak 5.000 tahun.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
15. The Iron Pillar of Delhi
Pilar Besi Delhi adalah pilar, 1.600 tahun 22 kaki tinggi yang terletak di kompleks Quthb di India. Pilar, terbuat dari besi tempa 98%, telah mengejutkan para ilmuwan dengan kemampuannya untuk menahan korosi setelah bertahun-tahun.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
16. Stone Spheres in Costa Rica
Ditemukan di awal 1940-an di Kosta Rika selama penggalian oleh Perusahaan Buah Serikat, bola batu sempurna tanggal dari 600 AD untuk abad ke-16. Pembuat dan tujuan mereka masih belum dikonfirmasi, banyak yang percaya mereka ada beberapa patung agama dibuat untuk menyembah matahari.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
17. Mothman
Sebuah humanoid dengan sayap serangga dan mata merah, yang dikenal sebagai Mothman, diteror Point Pleasant, W.Va., selama akhir 1960-an. Tidak ada bukti yang solid ada makhluk, kecuali untuk segelintir laporan saksi didokumentasikan dalam paranormal-jurnalis John A Keel ‘Mothman Prophecies’.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
18. Jersey Devil
Menurut legenda, 250 tahun yang lalu seorang wanita Jersey dengan nama Mrs Leeds berteriak putus asa selama kehamilan 13 nya, “Biarkan saja Iblis!” Setelah persalinan, bayi itu diturunkan menjadi makhluk kanguru-seperti dengan sayap , dan terbang pergi untuk menyebabkan semua jenis kerusakan Iblis Jersey. Hari ini Iblis Jersey dapat dilihat mendapatkan penggemar kesal selama pertandingan hoki lokal.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
19. The Tunguska Explosion of Russia
Ledakan Tunguska di Rusia terjadi sekitar 07:14 pada tanggal 30 Juni 1908. Untuk tanggal ini, penyebab pasti ledakan – yang meratakan 80 juta pohon selama 830 mil persegi – tetap menjadi perdebatan sengit. Paling percaya kepadanya untuk disebabkan oleh fragmen meteorit, yang lain bersikeras baik lubang hitam atau asal UFO.
Worlds Top 20 Unsolved Mysteries
20. The Lost City of Atlantis
Kota Hilang Atlantis diperkenalkan ke Barat 2.400 tahun yang lalu oleh Plato, yang mengklaim menjadi rumah pulau masyarakat maju. Legenda mengatakan itu adalah tenggelam karena gempa bumi, dengan interpretasi kemudian sebagai sebuah kerajaan bawah air dilindungi oleh putri duyung. Keberadaannya masih misteri, bukti terbaru menunjukkan air itu pernah terpisah dari daratan yang lebih besar di Siprus dari Mediterania (c.), tetapi hanya benar ada Atlantis di Bahama sebagai sebuah kasino besar dan hotel resor.

Fakta Hal Unik dan Aneh

Satu Kilogram Bulu Lebih Berat Daripada Satu Kilogram Emas!
Percayakah anda bahwa satu kilogram yang anda tahu selalu sama? Jawabannya adalah tidak selalu!
Satu kilogram bulu lebih berat daripada satu kilogram emas, sebab bulu ditimbang menurut metrik ‘avoirdupois‘ di mana satu kilogram sama dengan 907 gram, sedangkan emas selalu ditimbang menurut metriks ‘troy‘ di mana satu kilogram sama dengan 680 gram.
Satu Galon Cuka Lebih Berat Di Musim Dingin Dari Pada Di Musim Panas
Fakta unik kedua ini memang cukup membingungkan, namun ini adalah fakta!
Perbedaan bobot ini sepenuhnya adalah karena cuka yang menyusut dan memuai sesuai perubahan temperatur. Selama musim panas, seperti halnya cairan lainnya, cuka memuai dan oleh karenannya bobotnya akan sedikit berkurang karena wadah galonnya akan menampung lebih sedikit (Celcius) atau di musim panas berbobot 4.202 kg atau 3.813 gram. Ketika galon yang sama dipenuhi dengan cuka yang sama ditimbang pada 0 derajat (Celcius), atau temperatur musim dingin, bobotnya menjadi 4.229 kg atau 3.841 gram.
Dengan kata lain, segalon cuka akan berbobot kira – kira 28 gram lebih berat di musim dingin daripada di musim panas.
Anak Lelaki Yang Meninggal Karena Usia Tua Sebelum Genap Berusia Tujuh Tahun
Kejadian tidak normal tentang seorang anak yang mengalami proses penuaan dini ini menarik perhatian khalayak selama abad kesembilan belas. Namanya adalah Charles Charlesworth, dilahirkan oleh orangtua normal di Staffordshire, Inggris, pada tanggal 14 Maret 1829. Ia sudah tampak tua dan mulai berjanggut pada usia empat tahun dan tiba – tiba pingsan, lalu meninggal karena usianya baru tujuh tahun.
Perawakan Charlesworth kecil, dengan tulang selangka, rahang bagian bawah, serta tulang membran dari tengkoraknya berkembang tidak sempurna. Wajahnya menciut, rambut dan janggutnya memutih, kulitnya keriput, pembuluh darah dan urat pada tangannya kelihata jelas, suaranya, gerak – geriknya, dan postur berdirinyatampak seperti orang tua.
fakta-unik
Pria Yang Dipandangi Sampai Mati
Fakta Unik keempat terjadi di negeri tirai bambu. Wei Chieh, putra Wei Huan ( tahun 286-312), secara populer dikenal sebagai ‘permata’ karena ketampanannya. Pada usia lima puluh tahun, wajahnya yang tampan dan perawakannya yang atletis membuat rakyat menganggapnya makhluk gaib.
Ia termasuk Pewaris Tahta Tiongkok, namun selama kerusuhan politik, ia terpaksa lari ke Nanking di mana ia dihadapkan dengan rakyat yang berkerumun mengelilinginya dalam jumlah yang demikian banyak dan demikian memandanginya hingga ia benar – benar ‘dipandangi sampai mati’
Henry Lewis – Bermain Billiar Dengan Menggunakan Hidung Serta Dapat Meraih Skor 46
Fakta Aneh - Henry Lewis
Prugelknaben – Hukuman Pelampiasan
Tahukah anda, selama Abad kesembilan belas, semua Pangeran di Jerman mempunyai ‘Prugelknaben’, atau seorang anak lelaki yang dibesarkan bersama – sama dengan sang Pangeran muda dan untuk dipukuli setiap sang Pangeran berbuat nakal!
Pesta Besar Kerajaan!
LORD EDWARD RUSSEL menjadi tuan rumah pada sebuah pesta dimana 6.000 pria mabuk. Sebuah pancuran digunakan sebagai mangkuk campuran yang ke dalamnya 25 barel brandy dituang, dan bahan – bahan lain yang digunakan antara lain adalah 25.000 jeruk limau dan 650 kg gula. London, 25 Oktober 1799.
Raja Inggris Yang Tidak Mampu Berbicara Bahasa Inggris
Percayakah anda, bahwa Raja George I dari Inggris tidak mampu mengucapkan satu kata pun dalam bahasa Inggris? Raja George I adalah keturunan Jerman yang menjadi raja di Inggris karena diangkat oleh Queen of England. Kekuasaannya ini memicu banyak kontroversial dari rakyatnya, karena Raja George yang hanya menguasai bahasa Jerman dan Perancis.
Petir Yang Hanya Menyambar Domba Hitam
Dalam suatu serangan badai di Lapleau, Perancis, petir menyambar sebuah kandang domba. Fakta unik dari kejadian tersebut adalah petir menyambar seluruh domba hitam namun tidak melukai sedikitpun domba putih yang membaur diantaranya!
Fakta Unik – Jam Sorga
Kalau bintang – bintang di langit utara kelihatan, demikian majalah Popular Mechanics mengatakan, Anda dapat menyetel jam tangan Anda menurut posisi bintang – bintang tersebut dengan toleransi lima belas menit dari waktu yang tepat tanpa mengguankan tabel yang rumit. Bintang kutub dianggap sebagai pusat sebuah jam yang sangat besar dan ujung bintang Dipper sebagai jarum pendeknya. Angka enam adalah di bawah sang bintang kutub dan angka dua belas di atasnya.
Membaca waktu seperti yang diperlihatkan oleh ujung Dipper, Anda dapat menambahkan pada angka tersebut bulan yang telah berlalu sejak tanggal 1 Januari hingga perempat bulan terdekat. Hasil penjumlahan tersebut dikalikan dua lalu dikurangkan dari enam belas seperempat. Kalau hasilnya lebih dari enam belas seperempat, silakan Anda mengurangkannya dari empat puluh seperempat. Jawabannya adalah waktu setelah siang hari.
Misalnya, sekarang akhir bulan September dan ujung jam langitnya memperlihatkan pukul tujuh. Delapan dan tiga perempat bulan telah berlalu sejak Tahun Baru. Angka ini ditambahkan pada tujuh, sehingga hasilnya adalah lima belas tiga perempat. Kalikan dengan dua sehingga menjadi tiga puluh satu setengah. Mengurangkannya dari empat puluh seperempat menghasilkan delapan tiga perempat atau 8:45 malam!

10 Trik unik situs Google

Ada hal unik dan menarik dibalik situs Google, sebuah situs mesin pencari yang paling populer di dunia. Sekedar untuk saling berbagi pengetahuan, kami akan sebutkan beberapa hal unik tersebut. Jika selama ini anda mengira google hanya bisa digunakan untuk mendapatkan dan menjaring berbagai informasi, ternyata lebih dari itu.. Situs google juga bisa membuat kita tersenyum dengan hal - hal konyol yang mungkin tidak pernah anda bayangkan sebelumnya. Apakah itu..??
1. Situs Google miring (Google.com)
Silahkan anda mengetikkan kata askew pada kolom pencarian di google.com lalu lihat apa yang akan terjadi. Tahukah anda, entah bagaimana bisa seperti itu, maka anda akan melihat situs google terlihat miring.
2. Situs Google berputar (Google.com)
Yang ini lebih menarik lagi, dengan memasukkan kata Do a barrel roll pada kolom pencari google disertai menekan enter / search, maka dengan otomatis situs google akan berputar satu kali.
3. Seluruh isi tulisan mencair (Google.com)
Silahkan anda ketik kata Zerg Rush pada situs Google.com dan lihat apa yang terjadi pada hasil pencarian yang muncul. Satu persatu seluruh konten akan mencair & hancur tertimpa huruf O yang terus mendesak kebawah hingga habis
4. Lagu Nge-rap di Google Translate (Google.com)
Ingin menerjemahkan bahasa asing, maka Google Translate solusinya. Tidak jelas dengan ejaannya, maka anda tinggal menekan icon speaker kecil di bagian bawah. Namun, sekarang anda coba dengarkan ejaan untuk kata berikut ini pv zk bschk zk pv zk bschk zk pv zk bschk zk pv zk. Apa yang terjadi justru muncul suara lagu nge-rap
5. Bermain Pacman di Situs Google (Google.com) 
Mungkin yang satu ini tidak terlalu asing, kita semua hampir telah mengetahui tentang Google Doodles dan beberapa aplikasinya yang menarik, salah satunya adalah game Pacman. Yup tepat sekali, melalui Google Doodles kita dapat memainkan beberapa game yang dibuat oleh google langsung / live di situs Google, salah satu permainan yang paling menarik adalah pacman, jika anda ingin mencobanya, silahkan kunjungi www.google.com/pacman
6. Menghilangkan 2 Huruf O di Google (Non Google.com)
Sekedar permainan untuk membuat teman anda heran, cobalah praktekkan sulap menghilangkan huruf O pada tulisan Google.com. Caranya Gampang! Silakan anda meluncur ke Google. Tutup dua huruf  "O" pada GOOGLE dan klik mouse di sembarang tempat. Tunggu beberapa saat dan anda perlihatkan huruf "O" nya menghilang.

Tutup kembali bekas huruf "O" yang hilang tadi. kamudian klik sekali lagi dan huruf O-nya akan kembali dalam beberapa detik. Klik ketiga akan mengembalikan anda ke Situs Google asli sehingga penonton gagal mencoba trik sulap anda!
7. Google Cermin / Terbalik (Non Google.com)
Tampak seperti situs aslinya, hanya saja semuanya terlihat terbalik termasuk saat kita mengetikkan kata kunci hingga hasil pencariannya juga demikian, lihat disini.
8. Google ruang angkasa (Non Google.com)
Serasa berada di atas angkasa, seluruh huruf dan gambar melayang - layang dengan ringan, lihat disini.
9. Google gravitasi (Non Google.com)
Google gravitasi merupakan kebalikan dari Google ruang angkasa. Jika tadi terlihat melayang maka pada Google gravitasi semuanya justru akan jatuh kebawah, lihat disini
10. Google lingkaran bulat (Non Google.com)
Terlihat unik manakala seluruh isi situs berkumpul dan membentuk lingkaran tiga dimensi bulat seperti bola dan terus bergerak, lihat disini.

Minggu, 02 Juni 2013

MOVE ON

Move on secara bahasa inggris memiliki arti "pergi" , nah ,ga jauh-jauh beda juga.. di kalangan muda sekarang, kalimat move on juga sangat dibutuhkan , contohnya dalam masalah cinta , nilai , kehidupan sosial.. dan lain-lain. Tapi , seiring dengan perjalanan waktu, kalimat "move on" paling banyak digunakan dalam masalah percintaan , terutama jika seseorang sedang galau. Namun , hal itu jangan diambil pusing ... ada beberapa sebab , akibat serta cara penyelesaian bagaimana cara untuk "move on " .


Move on itu bisa kalian lakukan dikala kalian sedang membutuhkan warna baru dalam kehidupan .Tidak harus berpaku pada satu warna, terkadang kalian harus mencoba warna lain . Misalkan : kamu sudah tahu dengan pacarmu tidak cocok, banyak perbedaan, orang tua belum memberi persetujuan.Lantas ? apa yang harus dipertahankan? cinta? atau hubungan yang masih bisa diperjuangkan ? coba pikirkan lagi !
"Memang, karena cinta , seseorang bisa menjadi bodoh , bisa menjadi buta ! Tetapi jangan biarkan hal tersebut sampai mendominasi hidupmu hingga dirimu hidup seperti orang yang bodoh dan buta ! " 

Beberapa sebab orang tersebut tidak bisa move on karena cinta :
  1. Masih sayang
  2. Menyimpan banyak kenangan ataupun barang dari mantan
  3. Masih saja mengusik kehidupan mantan
  4. stalking
  5. Perilaku manis yang masih diberikan walau sudah tidak bersama
  6. Mantanmu orangnya eksis
  7. takut dibilang jomblo
  8. Penyesalan yang berlarut-larut
  9. Dulu sering jelek-jelekin mantan , tapi dalam hati masih sayang
  10. terlalu bergantung sama mantan
Nah , sekarang gw bakal kasi beberapa tips dari 10 masalah diatas ..
  1. Kalau kamu masih sayang sama mantan, jangan berusaha terlalu keras buat lupain dia ! .kenapa demikian ? karena kalau kamu terlalu berusaha lupain dia, yang ada hanyalah kamu yang akan menyakiti dirimu sendiri . Bukannya lupa malah akan selalu ingat sama mantan. Jadi biarkan saja berlalu seperti air mengalir. Bila memang harus lupa maka kamu akan lupa dengan sendirinya. Jangan korbankan dirimu demi orang yang telah meninggalkan perasaanmu yang begitu besar. percuma :)
  2. Pilihanmu ada 2. Pertama itu cara lambat dan bagi yang masih ragu-ragu : semua fotomu dengan mantan pindahkan ke tempat lain seperti 1 folder di laptopmu dan kamu hidden itu. Jangan dibuka. Setelah perasaanmu lebih baik baru dihapus . cara kedua , langsung hapus fotomu dengan mantan ,barang2 yang diberikan kamu hilangkan dari hadapanmu . Hal ini memang ga gampang, tapi ini pilihan antara mau move on atau menggalau tidak karuan .
  3. Ya walaupun kadang-kadang kamu suka kepo sama kehidupan mantan, tapi setidaknya kamu harus berusaha lupakan jauh-jauh niatmu itu. Jika tidak ,maka lama kelamaan ya kamu bisa kecanduan.
  4. Mirip-mirip sama yang cara nomor 3 , lupain niat buat stalking, apalagi kalau mantanmu jarang aktif di dunia maya. ya kayak buang energi jadinya .
  5.  Untuk menghindari sama yang namanya PHP, ada baiknya kalau kamu berusaha untuk menganggap hal tersebut biasa, jangan seolah olah menganggap bahwa itu pertanda bila si mantan mau balikan lagi. Apalagi kalau mantanmu itu manis bukan sama kamu doang 
  6. Emang sih bakal susah karena kamu bakal jadi sorotan , apalagi kalau mantanmu menjelek-jelekan kamu dengan teman-temannya. Intinya kamu harus tetap tenang dan berpegang teguh pada fakta. Jika kamu mampu bersikap baik, lingkunganpun akan baik denganmu. jangan bergantung pada nama dari mantanmu /pacarmu itu..
  7. Parah kalau kamu sampai parno dibilang jomblo. Sadar dong, jomblo itu bukan aib yang harus ditakutin, justru yang kalian harus takut kalau kalian pacaran sama orang yang salah, yang malah membuat hidupmu selalu mendung . Yakin aja segala sesuatu akan indah pada waktunya.
  8. Kagak usah menyesal seperti itu. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan .Setiap senyuman pasti akan ada tangisan. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Jadikan ini pelajaran agar tidak mengulanginya di kesempatan berikutnya.
  9. Hal yang umum dilakuin sama setiap pasangan kalau lagi curhat sama temennya kalau berantem sama pacar. Tapi efeknya juga bakal penyesalan. Mulai sekarang ingat aja, setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Belajar untuk tidak melakukannya lagi agar tidak menyinggung perasaaan pasangan, apalagi ngomong didepan pasangan sendiri, atau didenger sama pasangan. Ini faktor yang dibilang enteng tapi berpengaruh besar dalam hubungan kedepan.
  10. Buat siapapun, terutama sih cewek yang selalu mengandalkan pacarnya . Memang sebenarnya tidak ada salah, tapi alangkah baiknya kalau mau berusaha untuk lebih mandiri. Karena disetiap hubungan, ada kalanya kita manja, ada kalanya juga kita harus mandiri. Hal itu juga bisa memberi nilai plus dimata calon mertua kalau kamu bisa terlihat mandiri.


 Semoga bermanfaat ! :)














Jumat, 31 Mei 2013

Sebab dan Macam Phobia

Sebab-sebab Phobia:

  1. Pernah mengalami ketakutan yang hebat
  2. Pengalaman asli ini dibarengi oleh rasa malu dan rasa-rasa bersalah; kemudian semuanya ditekan (repressed) untuk melupakan kejadian-kejadian tersebut
  3. Jika mengalami stimulus yang serupa, akan timbul respons ketakutan yang bersyarat kembali, sungguh pun peristiwa atau pengalaman yang asli sudah dilupakan. Respons-respons ketakutan hebat selalu timbul kembali, sungguh pun ada usaha-usaha untuk menekan dan melenyapkan respons-respons tersebut.
Phobia
Macam-macam dari phobia adalah sebagai berikut:
1)    Acarophobia: Ketakutan abnormal pada tungau/tengu, binatang kecil, cacing, atau benda-benda mati seperti peniti.
2)    Acerbophobia, acerophobia: takut pada asam.
3)    Acluophobia: ketakutan pada kegelapan.
4)    Acousticophobia, phonophobia: takut suara
5)    Acrophobia: takut pada ketinggian, takut ada di tempat-tempat yang tinggi.
6)    Agoraphobia, kenophobia : rasa takut pada ruang yang kosong atau terbuka.
7)    Agyophobia : takut pada jlan-jalan atau menyebrang jalan.
8)    Aerophobia : takut pada udara atau aliran udara.
9)    Aichmophobia, belonrphobia : takut benda-benda tajam; takut terjamah oleh jari.
10)    Ailurophobia,  Galeophobia, Gatophobia : takut pada kucing.
11)    Algophobia, Nosophobia, Odynophobia, Parasitophobia : takut pada rasa sakit atau penyakit atau parasit.
12)    Amatophobia : takut pada debu.
13)    Amaxophobia : takut berkendaraan (duduk dalam kendaraan),
14)    Amychophobia : takut tergores atau terparut, deraan atau siksaan.
15)    Androphobia : takut pada laki-laki.
16)    Anemophobia : takut pada angin
17)    Anginophobia : takut pada Angina pectoris atau kejang jantung.
18)    Antlophobia : takut pada aliran, sungai, banjir.
19)    Anthophobia : takut pada bunga.
20)    Antropophobia : takut orang/ manusia atau masyarakat manusia.
21)    Aphephobia : takut kontak jasmaniah dengan orang lain.
22)    Apiphobia, Melissophobia : takut lebah, takut sengatan.
23)     Apeirophobia : takut pada hal yang tak terhinggga atau terbatas.
24)    Arachnephobia : takut pada laba-laba.
25)    Asthenophobia : takt pada kelemahan.
26)    Astrophobia, astrapophobia, keraunophobia : takut pada langit, angkasa, bintang, guntur dan gejala-gejala teorologis di langit.
27)    Ataxiophobia : takut pada kekacauan (disorder) atau kekalutan.
28)    Atephobia : takut pada reruntuhan.
29)    Aulophobia : takut pada seruling.
30)    Automysophobia : takut pada hal-hal yang kotor atau orang yang kotor.
31)    Auroraphobia : takut pada cahaya udara.
32)    Autophobia : takut pada diri sendiri atau takut seorang diri.
33)    Baciliphobia, microphobia, mycrobiaophobia, Bacillophobia :takut pada baksil-baksil.
34)    Bacteriophobia : takut pada microorganisme atau bakteri
35)    Ballisthophobia: takut pada proyektil-proyektil.
36)    Basophobia, stasibasiphobia,  stasiphobia, basiphobia: takut berdiri tegak atau takut berjalan.
37)    Bathophobia : takut pada kedalaman atau objek yang tinggi.
38)    Belonephobia, aichmophobia : takut pada benda-benda tajam.
39)    Biliophobia : takut pada buku-buku.
40)    Botophobia : takut pada ruang atau kamar di bawah tanah.
41)    Bromhidroshiphobia : takut bau tubuh atau takut bau orang.
42)    Brontophobia, tonitrophobia : takut pada guruh, guntur dan halilintar.
43)    Cancerphobia,cancerophobia: takut pada kanker.
44)    Cardiophobia : takut pada sakit atau penyakit jantung.
45)    Catagelophobia : takut diolok-olok.
46)    Cheimaphobia, psycrophobia : takut dingin atau kedinginan.
47)    Cherophobia: takut segala sesuatu yang riang gembira.
48)    Cholerophobia : takut pada penyakit kolera.
49)    Chionophobia : takut pada salju.
50)    Chremathophobia : takut pada uang.
51)    Chromophobia, chromatophobia : takut pada warna-warna tertentu.
52)    Chronophobia: takut pada waktu.
53)    Cibophobia, sitophobia : takut maka, takut segala macam makanan.
54)    Hypsophobia, acrophobia : takut pada ketinggian.
55)    Ichtyophobia : takut pada ikan.
56)    Ideophobia : Takut pada ide-ide.
57)    Iophobia : takut pada racun-racun.
58)    Kalinophobia, cainophobia, neophobia :takut pada segala sesuatu yang baru.
59)    Kakorrhapiophobia : takut kalai-kalau gagal.
60)    Kathisophobia : takut duduk.
61)    Kenophobia : takut pada ruang kosong yang besar.
62)    Kinesophobia : takut pada gerakan-gerakan.
63)    Kleptophobia : takut menjadi kleptomaniak.
64)    Kopophobia : takut jemu, bosan, lelah, cape.
65)    Laliophobia, lalophobia, phonophobia : takut pada ucapan / suara, berkata gagap.
66)    Leprophobia : takut penyakit lepra / kusta.
67)    Levophobia : takut pada tubuh   kiri.
68)    Linonophobia : takut berenang, tari, senat.
69)    Lyyyssophobia : takut rabies, takut menjadi gila.
70)    Maieusiophobia, tocophobia : takut melihat kelahiran bayi.
71)    Melissophobia : takut ikatan, takut kalau diikat.
72)    Meningitophobia : takut pada penyakit meningitis.
73)    Merinthophobia :  takut sengatan serangga.
74)    Metallophobia : takut pada benda-benda logam.
75)    Microphobia : takut pada benda-benda kecil.
76)    Molysmophobia, mysophobia : takut infeksi.
77)    Monophobia, erammophobia : takut tinggal sendirian (seorang diri, kesunyian.
78)    Mysophobia, rhypophobia : takut pada kotaoran, kalu kejangkitan.
79)    Mythophobia :takut berkata bohong, takut kebohongan / tipuan.
80)    Necrophobia, thanatophobia : takut pada orang mati, mayat.
81)    Nectiphobia, nyetophobia : takut pada malam hari.
82)    Neophobia, kainophobia, cainophobia : takut akan hal- hal / benda yang serba baru.
83)    Nyctophobia, scotophobia, achluophobia : takut pada kegelapan, tempat-tempat yang gelap.
84)    Nosophobia : takut sakit, takut pada penyakit.
85)    Ochlophobia : takut pada sekumpulan / banyak orang kelompok banyak orang.
86)    Odontophobia : takut pada gigi binatang.
87)    Oikophobia : takut rumah, takut tinggal dalam rumah.
88)    Ombrophobia : takut pada hujan.
89)    Onemophobia : takut berfikir.
90)    Onomatophobia : takut mendengar satu / suatu nama.
91)    Opthalmophobia : takut memendang, takut dipandang.
92)    Ophidiophobia : takut ular, binatang melata / reptil.
93)    Osmophobia, bromhidrosiphobia : takut bau-bau .
94)    Pantophobia : takut pada segala sesuatu.
95)    Parasitophobia : takut segala macam parasit.
96)    Pathophobia : takut pada penyakit-penyakit.
97)    Peccatiphobia : ketakutan berbuat dosa.
98)    Pediculophobia, phthiriophobia : takut pada kutu-kutuan, takut serangan kutu.
99)    Pedophobia : takut pada bayi-bayi / anak-anak.
100)    Pharmacophobia, hydrargyrophobia : takut pada obat-obatan.
101)    Pengophobia : takut pada siang hari.
102)    Phobophobia : takut pada diri sendiri.
103)    Phnophobia : takut pada suara (sendiri).
104)    Photophobia : takut pada cahaya, sinar kecemerlangan.
105)    Photaugiophobia : takut pada cahaya yang menilaukan.
106)    Pronemophobia : takut berfikir.
107)    Phthislophobia, tuberculophobia : takut penyakit tuberculosis / TBC.
108)    Pnigophobia : takut tercekik, tidak bisa bernafas.
109)    Polyphobia :  takut pada banyak orang atau banyak benda / hal.
110)    Pyrexeophobia, febriophobia : takut pada panas.
111)    Pyrophobia : takut pada api.
112)    Rhabdhophobia: takut dipukuli
113)    Rhypophobia: takut pada kotoran
114)    Selaphobia: takut pada kilat cahaya
115)    Scabiophobia: takut pada scabies
116)    Scopophobia: takut melihat, takut terlihat
117)    Siderodromophobia: takut pada kereta api, takut naik kereta api
118)    Sitophobia, cibophobia: takut makan, takut pada macam-macam makanan
119)    Syphilophobia: takut pada penyakit sifilis
120)    Taphephobia: takut di kubur hidup-hidup
121)    Teratophobia: Takut melahirkan anak cacat, takut pada orang cacat
122)    Tetamophobia: takut pada kejang mulut
123)    Thanataphobia: takut pada kematian
124)    Thalassophobia: takut lautan,samudra
125)    Theophobia: takut pada tuhan
126)    Thermophobia: takut pada suhu panas
127)    Topophobia: takut pada tempat tertentu
128)    Toxicophobia: Takut jika kena racun
129)    Tremophobia: takut bergemetaran
130)    Trichophobia, Trichopathophobia: takut pada rambut
131)    Triskaidekaphobia: takut pada bilangan 13
132)    Vaccinophobia: takut disuntik, takut diberi vaksin
133)    Vermiphobia, helminthophobia: takut pada cacing
134)    Xenophobia: takut pada orang asing
135)    Zoophobia: takut pada binatang atau pada beberapa jenis binatang

semoga bermanfaat

Jumat, 18 Januari 2013

Cara Menambah Follower Twitter no BOT

Cara Cepat Menambah Followers Twitter


follow before yah @dennywjya
  1. Masuk Link DISINI => autoretweet dot biz
  2. Sign In With Twitter, pastikan anda sudah log in terlebih dahulu ke twitternyaCara Cepat Menambah Follower Twitter
  3. Klik tombol Followers
    Cara Cepat Menambah Follower Twitter
  4. Klik tombol USE
    Cara Cepat Menambah Follower Twitter
  5. Tunggu Hingga ada Bacaan Succeed Add
    Cara Cepat Menambah Follower Twitter
  6. Jreng … Jreng … Jreng , Lihat Hasilnya . .. .. .
    Cara Cepat Menambah Follower Twitter
Harap Baca !! :
- Cara Auto Folllowers ini Bisa dipakai SELAMANYAAaaa, Tapi ada masa Pending 30 menit , setelah 30menit baru bisa lagi , sampai seterusnya begitu ..  , Pasti Ngerti lah, agan2 kan pinter bahasa inggris semuah 
- Jika Ingin Menonaktifkannya Masuk ke Twitter => Settings => Applications => AORET 2 = Cabut Aksi .
Q : Gan Gimana Cara berhentiin langganan Aplikasi ini ?
A :Quote:
Cara Cepat Menambah Follower Twitter No HOAX
klik cabut akses
Q : Gan kalo ada bacaan You Have been restricted for 30 menit apaan itu gan ?
Quote:
Cara Cepat Menambah Follower Twitter No HOAX
A : Itu berarti pending 30menit gan … jadi tunggu 30 menit lalu bisa lagi 
Q : Gan Ada Efek Sampingnya gak ?
A : Ada gan  , Efek sampingnya Following nambah, tapi gak sebanyak Followers kok.
Q : Gan ini Auto Tweet ya ??
A : Enggak kok gan, palingan kalo baru pakai ini program , otomatis tweet 1 kali, udah itu gak tweet lagi kok 
Q : Gan yang Followers nya BOT yah ?
A : Enggak kok gan, ini ASLI followers , bukan BOT

Kerajaan Islam di Indonesia (Ringkas dan Efektif)




1.  Kerajaan Kutai

Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah.
Yupa
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / Tugu dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada brahmana.
Mulawarman
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Jerman bila dilihat dari cara penulisannya. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha
Aswawarman
Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.

Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya
Berakhir
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Nama-Nama Raja Kutai
  1. Maharaja Kudungga
  2. Maharaja Asmawarman
  3. Maharaja Sri Aswawarman
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia



2.  Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke V hampir bersamaan dengan Kutai (Kalimantan Timur)
Kata Tarumanegara berasal dari kata Tarum yaitu sejenis tumbuhan yang daunya di sebut Nila (sejenis zat pewarna Biru). Tarumanegara terletak di Jawa barat. Di kerajaan ini pernah memerintah seorang raja yaitu PURNAWARMAN. Besar kemungkinan raja asli orang Indonesia. Tetapi memakai nama Sansekerta. Sama halnya Asmawarman / Mulawarman raja di Kalimantan Timur
Kerajaan taruma banyak meninggalkan Prasasti, sayangnya tidak satupun yang memakai angka tahun
Dan untuk memastikan kapan Tarumanegara berdiri terpaksa para ahli berusaha mencari sumber lain. Dan usahanya tidak sia – sia. Setelahnya ke cina untuk mempelajari hubungan cina dengan Indonesia di masa lampau mereka menemukan naskah – naskah hubungan kerajaan Indonesia dengan kerajaan Cina menyebutnya Tolomo
Menurut catatan tersebut, kerajan Tolomo mengirimkan utusan ke cina pada tahun 528 M, 538 M, 665 M, 666M. sehingga dapat di simpulkan Tarumanegara berdiri sejak / sekitar abad ke V dan ke VI
Runtuhnya Tarumanegara belum dapat di ketahui pasti, namun kerajaan Tarumanegara masih mengirimkan utusannya ke cina sampai tahun 669 M. setelah itu tidak di dapatkan lagi berita. Kemungkinan Tarumanegara di taklukan Sriwijaya (sepertihalnya terlulis dalam Prasasti Prasasti Karang berahi). Sehingga dapat di duga runtuhnya Tarumanegara sekitar + tahun 669 M oleh serangan Sriwijaya


3.  Kerajaan Kalingga

Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. Sebelum perluasan ini, berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420-470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p’o, akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T’ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. Namun penyebutan Jawa dengan She-p’o kembali muncul pada 820-856 M (Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto, 1984:93).Sumber sejarah Nama Kerajaan Ho-ling sempat tercatat dalam kronik dinasti T’ang yang memerintah Cina pada 618-906 M. Menurut catatan kronik tersebut, penduduk Ho-ling biasa makan tanpa menggunakan sendok atau cupit, melainkan dengan jari-jari tangannya saja, dan gemar minum semacam tuak yang mereka buat dari getah bunga pohon kelapa (aren). Ibukota Kerajaan Ho-ling dikelilingi pagar dari kayu. Raja mendiami istana yang bertingkat dua yang beratapkan daun palma. Raja duduk di atas bangku yang terbuat dari gading, memergunakan juga tikar yang terbuat dari kulit bambu. Dicatat pula bahwa Ho-ling mempunyai sebuah bukit yang disebut Lang-pi-ya, yang sering dikunjungi raja untuk melihat laut (Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978:50).Mengenai Kerajaan Ho-ling, terdapat sumber lain selain kronik dari Dinasti Tang. Seorang pendeta Budha bernama I-tsing, menyatakan bahwa dalam tahun 664 M telah datang seorang pendeta bernama Hwi-Ning di Ho-ling, dan tinggal di situ selama 3 tahun. Dengan bantuan Pendeta Ho-ling, Jnanabhadra, ia menerjemahkan berbagai kitab suci agama Budha Hinayana (Soekmono, 1973:37).Letak Kerajaan Ho-ling Ada dua sumber Cina yang berasal dari Dinasti T’ang memberikan arahan tentang Kerajaan Ho-ling. Kedua versi tersebut yaitu berita Cina Ch’iu-tang dan Hsin T’ang Shu. Kedua versi tersebut memberitakan tentang Ho-ling sebagai berikut: “Ho-ling yang juga disebut She-p’o terletak di lautan selatan. Sebelah timurnya terletak P’o-li dan disebelah baratnya terletak To-p’o-teng. Di sebelah selatannya ialah lautan dan disebelah utaranya ialah Chen-la” (Marwati & Nugroho, 1984:93).Dalam berita-berita Tionghoa dari jaman pemerintahan raja-raja T’ang (618-906 M) ada disebut nama Kerajaan Kaling atau Ho-ling. Letaknya di Jawa Tengah. Tanahnya sangat kaya, dan di situ pula ada sumber air asin. Rakyatnya hidup makmur dan tentram (Soemono, 1973:36).Sumber lain menyebutkan sebuah analisa berdasarkan sumber Cina. Prof. NJ Kroom berpendapat bahwa pada akhir abad ke VII ada sebuah ratu yang memegang tampuk pemerintahan. Prof. NJ Kroom menunjuk bahwa letak Kerajaan Ho-ling berlokasi di Jawa Tengah. (Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978:50). Jika memadukan pendapat Prof. NJ. Kroom dan kronik dari dinasti T’ang yang menyebut bukit Lang-pi-ya untuk melihat laut, maka besar kemungkinan Ho-ling berada di sekitar pesisir atau di Jawa Tengah bagian pesisir utara. Penyelidikan Drs. Pitono menyimpulkan bahwa Kerajaan Ho-ling kemungkinan terletak antara Pudakpayung-Salatiga (Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978:51).Tentang Lang-pi-ya disebutkan oleh penulis Hsin-tang-su, bahwa di sana apabila pada pertengahan musim panas orang mendirikan gnomon setinggi 8 kaki, bayangannya akan jatuh di sebelah selatannya dan panjangnya dua kaki empat inci. Berdasarkan panjang bayangan yang jatuh dari tingginya gnomon tersebut, bisa dihitung bahwa letak Ho-ling berada pada 6˚ 8’ LU. Dilihat dari perkiraan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa letak Kerajaan Ho-ling tidak di Jawa. Akan tetapi penulis Hsin-tang-su tersebut telah membuat dua kekeliruan. Pertama, semestinya penghitungan bayangan dilakukan pada pertengan musin dingin. Kedua, jatuhnya bayangan ada di sebelah utaranya. Jika pembenaran ini bisa diterima, maka letak Ho-ling berada di 6 ˚ 8’ LS, jadi di pantai utara Pulau Jawa. Koreksi tersebut sesuai dengan lokalisasi Lang-pi-ya yang terletak di Desa Krapyak dekat Gunung Lasem (Marwati & Nugroho, 1984:95).Koreksi tersebut dikuatkan dengan adanya seorang pendeta Budha bernama I-tsing yang menyatakan bahwa dalam tahun 664 M telah datang seorang pendeta bernama Hwi-Ning di Ho-ling, dan tinggal di situ selama 3 tahun. Dengan bantuan Pendeta Ho-ling, Jnanabhadra, ia menerjemahkan berbagai kitab suci agama Budha Hinayana (Soekmono, 1973:37). Dari bukti yang dibawa I-Tsing ini dapat ditarik kesimpulan bahwa di Jawa dalam tahun 664 M terdapat sebuah kerajaan yang menganut ajaran murni Budhis dan menjadi populer. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Kalingga yang terletak di Jawa Tengah (kira-kira di wilayah Kecamatan Keling Kelep, Kabupaten Jepara sekarang ini) (http://www.dhammacakka.or.id/). Bahkan ada sumber yang mengatakan bahwa Kerajaan Ho-ling merupakan cikal bakal Jepara. (http://www.suaramerdeka.com/).Tentang Ratu Shimo (pemerintahan) Pada 674-675 M (tepatnya tahun 674 M) rakyat Ho-ling memilih dan mengangkat seorang ratu bernama Si-mo. Konon ratu ini memerintah dengan sangat kerasnya, namun bijaksana sehingga Ho-ling menjadi negara yang aman.Pemerintahan Ratu Si-mo ditandai oleh terlaksananya pemerintahan dengan segala disiplin tinggi. Peraturan ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya, bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Raja tersebut bernama Ta-shih. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota, tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya, karena kakinya yang bersalah. Tak berhenti sampai di situ saja, para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Mengetahui hal itu, raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling.Raja tinggal di kota She-p’o. Tetapi leluhurnya yang bernama Ki-yen telah memindahkan pusat kerajaan ke timur, ke kota P’o-lu-Chia-ssu. Di sekeliling She-p’o terdapat 28 kerajaan kecil yang tunduk pada She-p’o. Menurut berita dari Ying-huan-tche-lio, perpindahan tersebut terjadi pada masa T’ien-pao tahun 742-755 M (Marwati & Nugroho, 1984:95).Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu, emas dan perak, cula badak dan gading. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut.Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing, seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. Dikatakan bahwa pada 664-667 M, pendeta Budha Cina bernama Hwu-ning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. Di sana kedua pendeta tersebut bersama-sama dengan Joh-na po-t’o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. Menurut I-tsing, Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T’ang, terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan Hwu-Ning dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha, dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana, tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. (Marwati & Nugroho, 1984:51).Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p’o-teng, menyerahkan upeti ke Cina. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M, 767 M dan 768 M. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi), burung kakatua, dan burung p’in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Sampai dengan tahun 813 M, Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki, burung kakatua, dan sejumlah jenis burung lainnya (Marwati & Nugroho, 1984: 94).  Belajar Sejarah.. Kerajaan KalinggaKerajaan Kalingga dibangun orang – orang dari sebuah kerajaan di negara bagian Orrisa di negeri India yang kalah perang dari kekaisaran maurya pimpinan raja asoka. Keturunan-keturunan kerajaan tersebut lantas pindah menyebar hingga tanah Jawa. Ada 2 kerajaan yang dibangun keturunan India tersebut menuut catatan sejarah :1. Kerajaan Salaknegara di Banten 2. Keranaan Kalingga (berasal dari kata keling/berbau india) di sekitar JeparaKerajaan ini berada di wilayah Jawa Tengah bagian utara (sekarang Jepara). Dalam berita Cina kerajaan ini disebiut Holing. Di sana dijelaskan bahwa pada abad ke 7 di Jawa Tengah bagian utara sudah berdiri satu kerajaan. Rakyat dari kerajaan tersebut hidupnya makmur dari hasil bercocok tanam serta mempunyai sumber air asin. Hidup mereka tenteram, karena tidak ada kejahatan dan kebohongan. Ilmu perbintangan sudah dikenal dan dimanfaat dalam bercocok tanam.Raja yang terkemuka dari kerajaan ini adalah Ratu Sima. Pemerintahannya berlangsung dari sekitar tahun 674 masehi. Ratu Sima menerapkan peraturan-peraturan secara disiplin. Kepada setiap pelanggar, selalu diberikan sangsi tegas. Suatu saat seorang saudagar Arab berkeinginan untuk membuktikan ketaatan rakyat Kalingga terhadap hukum yang diterapkan. Ia meletakkan pundi-pundi uang di jalan di tengah kota. Ternyata tak ada seorangpun menyentuh atau mengambilnya. Hingga suatu hari secara tidak sengaja kaki Putra Mahkota menyentuh pundi-pundi itu. Maka Ratu Sima memerintahkan agar anaknya di potong kakinya sebagai hukuman. Karena hukuman itu dirasa terlalu berat, para penasehat Ratu memohon agar hukuman diperingan, namun Ratu berkeras. Setelah didesak, Ratu Sima memutuskan untuk memperingan hukumannya. Kaki putra mahkota tidak jadi dipotong tetapi hanya jari-jari kakinya saja.Kerajaan Kalingga memiliki pertalian dengan Kerajaan Galuh. Putri dari Ratu Shima yang dikenal sebagai Putri Parwati menikah dengan putra mahkota Kerajaan Galuh yang dikenal sebagai Mandiminyak – kemudian menjadi raja kedua di Kerajaan Galuh.Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh, yaitu Brantasenawa. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M).Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram, dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban.Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara, dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran.Sanjaya menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Ia kemudian menjadi pemuka dari sebuah dinasti atau wangsa terkenal sebagai Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno (Hindu).Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Raja Sanjaya juga menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. Ia memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran .Rakyat Holing menganut agama Budha. Hal itu dapat diketahui dari berita Cina yang ditulis I-Tshing, yang menjelaskan bahwa pada tahun 644 masehi Hwi-Ning seorang pendeta budha dari cina datang ke Holing dan menetap selama 3 tahun. Hwi-Ning menterjemahkan salah satu kitab suci agama Budha Hinayana yang berbahasa Sanksekerta ke dalam bahasa Cina. Dalam usahanya Hwi-Ning dibantu oleh seorang pendeta kerajaan Holing yang bernama Janabadra.Menurut Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760, pada tahun 664 Masehi kerajaan Kalingga dipindahkan oleh Ki-Yen ke arah Timur dan berlanjut dengan nama Kerajaan Kanjuruhan.Silsilah Raja :Maharani ShimaLimwa utawa Gajayana (Pindah ke Kerajaan Kanjuruhan, Malang)UttejanaAnanaBukti Sejarah :Berita CinaBerita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing.Catatan dari zaman Dinasti TangCerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M – 906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut.* Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Di sebelah timurnya terletak Pulau Bali dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. * Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. * Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat, beratap daun palem, dan singgasananya terbuat dari gading. * Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa* Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading gajah.Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674, rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Sima (Simo). Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram.Catatan I-TsingCatatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining, yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana.PrasastiPrasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Prasasti ini ditemukan di Desa Dakwu daerah Grobogan, Purwodadi di lereng Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.KESIMPULAN  :Awal mula kehidupan berpemerintahan di Indonesia mungkin berawal dari India yang berdiri disini dengan nama kalingga yang menurunkan mataram (memiliki hubungan darah dengan sriwijaya, sunda. Lalu dari keturunan kerajaan-kerajaan tadi muncul kediri, singasari, majapahit) yang kemudian menurunkan kerajaan islam seperti demak yang menurunkan menjadi mataram islam dan menurunkan kerajaan modern macam ngayogyakarta hadiningrat, cirebon, pakualaman, dan surakarta.




4.  Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya yang muncul pada abad ke-6, pada mulanya berpusat di sekitar Sungai Batanghari, pantai timur Sumatra. Pada perkembangannya, wilayah kerajaan Sriwijaya meluas hingga meliputi wilayah Kerajaan Melayu, Semenanjung Malaya, dan Sunda (kini wilayah Jawa Barat). Catatan mengenai kerajaan-kerajaan di Sumatra didapat dari seorang pendeta Buddha bernama I-Tsing yang pernah tinggal di Sriwijaya antara tahun 685-689 M. Pada tahun 692, ketika I-Tsing, bias disimpilkan bahwa Sriwijaya telah menaklukan dan menguasai kerajaan-kerajaan disekitarnya.
Dari Prasasti Kedukan Bukit (683), dapat diketahui bahwa Raja Dapunta Hyang berhasil memperluas wilayah kekuasaannya dengan menaklukan daerah Minangatamwan, Jambi. Daerah Jambi sebelumnya adalah wilayah kerajaan Melayu. Daerah itu merupakan wilayah taklukan pertama Kerajaan Sriwijaya. Dengan dikuasainya wilayah Jambi, Kerajaan Sriwijaya memulai peranannya sebagai kerajaan maritim dan perdagangan yang kuat dan berpengaruh di Selat Malaka. Ekspansi wilayah Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 menuju ke arah selatan dan meliputi daerah perdagangan Jawa di Selat Sunda.
Kerajaan Sriwijaya mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa. Pada masa itu, kegiatan perdagangan luar negeri ditunjang juga dengan penaklukan wilayah-wilayah sekitar. Sepanjang abad ke-8, wilayah Kerajaan Sriwijaya meluas kea rah utara dengan menguasai Semenanjung Malaya dan daerah perdagangan di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Sejarah tentang Raja Balaputradewa dimuat dalam dua prasasti, yaitu Prasasti Nalanda dan Prasasti Ligor.
Raja kerajaan Sriwijaya yang terakhir adalah Sri Sanggrama Wijayatunggawarman. Pada masa pemerintahan Sri Sanggrama Wijayatunggawarman, hubungan Kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Chola dari India yang semula sangat erat mulai renggang. Hal itu disebabkan oleh seranggan yang dilancarkan Kerajaan Chola di bawah pimpinan Rajendracoladewa atas wilayah Sriwijaya di semenanjung Malaya. Serangan-serangan tersebut menyebabkan kemunduran kerajaan Sriwijaya.

5.  Kerajaan Melayu

Kerajaan-kerajaan Buddha di Sumatra muncul pada sekitar abad ke-6 dan ke-7. Sejarah mencatat ada dua kerajaan bercorak Buddha di Sumatra, yaitu Kerajaan Melayu dan Kerajaan Sriwijaya. Nama kerajaan Sriwijaya selanjutnya mendominasi hamper seluruh informasi tentang kerajaan dari Sumatra pada abad ke -7 hingga ke-11. Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang bias ditemukan, Kerajaan Melayu diperkirakan berpusat di daerah Jambi, tepatnya di tepi alur Sungai Batanghari. Di sepanjang alur Sungai Batanghari ditemukan banyak peninggalan berupa candi dan arca.
Sumber sejarah lain yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk keberadaan Kerajaan Melayu adalah catatan dari seorang pengelana dari Cina yang bernama I-Tsing (671-695). Ia menyebutkan bahwa pada abad ke-7 terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Melayu yang secara politik dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Dari cerita I-Tsing, diketahui bahwa Kerajaan Melayu terletak ke dalam Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan terdekat antara India dan Cina. Menurut Kitab Negarakertagama, pada tahun 1275, Raja Kertanegara dari kerajaan di Jawa mengadakan ekspedisi penaklukan ke Sumatra. Ekspedisi tersebut disebut ekspedisi Pamalayu.
Setelah cukup lama di bawah kekuasaan Sriwijaya, Kerajaan Melayu muncul kembali sebagai pusat kekuasaan di Sumatra. Pada abad 17, adityawarman, putra Adwayawarman memerintah Kerajaan Melayu. Adityawarman memerintah hingga tahun 1375. Kemudian, digantikan oleh anaknya Anangwarman.
Prasasti Kedukan Bukit menguraikan jayasiddhayatra (perjalanan jaya) dari penguasa Kerajaan Sriwijaya yang bergelar Dapunta Hyang (Yang Dipertuan Hyang). Oleh karena Dapunta Hyang membawa puluhan ribu tentara lengkap dengan perbekalan, sudah tentu perjalanan itu adalah ekspedisi militer menaklukkan suatu daerah. Dari prasasti Kedukan Bukit, didapatkan data-data[3]
  1. Dapunta Hyang naik perahu tanggal 11 Waisaka 604 (23 April 682).
  2. Dapunta Hyang berangkat dari Minanga tanggal 7 Jesta (19 Mei) dengan membawa lebih dari 20.000 balatentara. Rombongan lalu tiba di Muka Upang.
Jadi, penaklukan Malayu oleh Sriwijaya terjadi pada tahun 682. Pendapat ini sesuai dengan catatan I Tsing bahwa, pada saat berangkat menuju India tahun 671, Ma-la-yu masih menjadi kerajaan merdeka, sedangkan ketika kembali tahun 685, negeri itu telah dikuasai oleh Shih-li-fo-shih.
Pelabuhan Malayu merupakan penguasa lalu lintas Selat Malaka saat itu. Dengan direbutnya Minanga, secara otomatis pelabuhanpun jatuh ke tangan Kerajaan Sriwijaya. Maka sejak tahun 682 penguasa lalu lintas dan perdagangan Selat Malaka digantikan oleh kerajaan Melayu Sriwijaya[

6.  Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu)  yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung
Prasasti Kelurak, 782 M di desa Kelurak disebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri ( candi sewu). Pengganti raja Dharanindra, adalah Samaratungga. Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan ( gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, dinyatakan bahwa Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.
Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa  berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal. Setelah pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Raja-raja setelah Balitung adalah :
  1. Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
  2. Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
  3. Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929)
Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram. Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur.
Kepindahan Kerajaan Mataram ke Jawa Timur
Pu Sindok yang menjabat sebagai mahamantri i hino pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur tersebut. Pada tahun 929 M, Pu Sindok naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattunggadewa. la mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isana. Pu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta.
Berdasarkan berita Cina diperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990 – 992 M melakukan serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1016, Airlangga datang ke Pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa. Namun pada saat upacara pernikahan berlangsung kerajaan mendapat serangan dari Wurawuri dari Lwaram yang bekerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa ini disebut peristiwa Pralaya. Selama dalam pengassingan ia menyusun kekuatan. Setelah berhasil menaklukkan raja Wurawari pada tahun 1032 dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker Pada tahun 1035 ia berhasil mengembalikan kekuasaan. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtan Belahan, di lereng gunung Penanggungan.


7.  Kerajaan Mataram Kuno


Kerajaan Medang (Rajya Medang i Bhumi Mataram) dikenal juga dengan nama Kerajaan Bhumi Mataram, atau Mataram saja. Karena di kemudian hari juga ada nama yang sama, maka orang sering menyebutnya sebagai Kerajaan “Mataram kuno” atau kerajaan “Mataram Hindu”.
Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang (diperkirakan sekitar tahun 732) berdiri. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti, misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjukladang. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan, meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana
Pusat Kerajaan Medang pernah beberapa kali berpindah. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan beberapa prasasti yang sudah ditemukan antara lain:
- di daerah Yogyakarta sekarang.
- di Mamrati dan Poh Pitu - di sekitar Kedu, Jawa Tengah.
- di Tamwlang (sekarang Tembelang) di sekitar Jombang, Jawa Timur
- di Watugaluh (Megaluh), sekitar Jombang, Jawa Timur.
- di Wwatan (Wotan). Letaknya di kawasan Madiun, Jawa Timur.

Dalam beberapa catatan sejarah, disebutkan bahwa terdapat hubungan antara Kerajaan Galuh di Jawa Barat dengan Kerajaan Kalingga . Pernikahan putri Parwati anak dari Ratu Shima, penguasa Kalingga dengan Raja Mandiminyak (Kerajaan Galuh) menghasilkan putra bernama Sanna atau Bratasenawa.
Sanna disebut-sebut juga berkuasa sebagai raja ketiga di Kerajaan Galuh – dan karena pertikaian dengan Kerajaan Sunda - mengungsi ke Kalingga tempat neneknya memerintah.

Wacana lain menyebutkan, bahwa ada suatu masa Kalingga kemudian dibagi dua: Kalingga Utara yang kemudian disebut sebagai Bumi Mataram dan Kalingga Selatan yang disebut sebagai Bumi Sembara.Lalu dari pernikahan Sanna dengan salah seorang putri di Kalingga lahirlah Sanjaya yang juga menjadi pewaris tahta di Kerajaan Sunda karena menikah dengan Putri Tejakancana.
Sanjaya juga menikah dengan putri dari Raja Dewasingha di Kalingga Selatan bernama Putri Sudiwara. Dari dua pernikahan itu Sanjaya memiliki dua putra: Rakeyan Panaraban atau sering disebut sebagai Tamperan Barmawijaya. Sementara dari pernikahan dengan Sudiwara lahirlah Rakai Pikatan .
Itulah cerita dari versi yang ditulis Carita Prahyangan yang ditulis berabad-abad setelah wafatnya Sanjaya. Sementara jika merujuk kepada beberapa catatan sejarah berupa prasasti atau peninggalan lain, versi itu belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Yang jelas menurut Prasasti atas nama Dyah Balitung (salah satu penguasa Medang) nama Sanjaya memang disebut-sebut sebagai raja pertama Medang. Prasasti Canggal pada tahun 732 yang merupakan catatan Sanjaya tentang pemerintahannya juga tidak menyebutkan asal-usul itu. Hanya disebutkan, sebelum ia memerintah, sudah ada raja sebelumnya bernama Sanna.
Atas dukungan Sannaha, ibunya - saudara perempuan dari Sanna - Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya mulai membangun kerajaannya.
Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang:
• Wangsa Sanjaya ( di Jawa Tengah)
• Wangsa Sailendra ( Jawa Tengah)
• Wangsa Isana, (Jawa Timur

Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang, yaitu Sanjaya. Menurut sebuah teori dari ahli Belanda bernama van Naerssen, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an), kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra.
Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa, bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatera. Sampai akhirnya, sekitar tahun 840-an, seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra . Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. Ia kemudian memindahkan istananya ke Mamrati. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kembalinya Wangsa Sanjaya berkuasa.
Di luar itu ada teori lain. Profesor Slamet Muljana – berdasarkan penemuan Prasasti Kalasan yang ditulis tahun 778 - menemukan bahwa Rakai Panangkaran (raja kedua) bukan putra Sanjaya. Alasannya karena dalam prasasti disebut bahwa Rakai Panangkaran adalah “permata wangsa Sailendra”. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendr
Menurut teori Slamet Muljana, raja-raja Medang mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung.
Sementara itu, dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. Dalam prasasti-prasastinya, Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Medang i Bhumi Mataram.
Daftar raja-raja Medang:
Sanjaya, pendiri Kerajaan Medang
Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Sailendra
Rakai Panunggalan atau Dharanindra
Rakai Warak atau Samaragrawira
Rakai Garung alias Samaratungga
Rakai Pikatan suami Pramodawardhani, awal kembalinya Wangsa Sanjaya
Rakai Kayuwangi atau Dyah Lokapala
Rakai Watuhumalang
Rakai Watukura Dyah Balitung
Mpu Daksa
Rakai Layang Dyah Tulodong
Rakai Sumba Dyah Wawa
Mpu Sindok, Wangsa Isana, saat pusat kekuasaan Medang berada di Jawa Timur
Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
Makuthawangsawardhana
Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir

Tahta di Medang
Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an), ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain, yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih, raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang.

Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa, bahkan sampai Bali.
Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena perebutan kekuasaan oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya, Dyah Tulodhong. Tulodhong sendiri akhirnya turun tahta karena kekuasaannya direbut oleh Dyah Wawa.
Ke Jawa Timur
Ada beberapa sebab kenapa ibukota Medang pindah ke Jawa Timur. Yang paling banyak diyakini adalah karena kawasan ibukota lama di sekitar Yogyakarta amat rawan bencana. Gunung Merapi pernah meletus dengan hebat sehingga istana kerajaan hancur.

Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Selanjutnya pusat kekuasaan Medan sudah pindah ke Tamwlang, Jawa Timur dengan raja bernama Mpu Sindok (Sri Isana Wikramadharmottungga), dari wangsa Isana pada tahun 929.
Persaingan dengan Sriwijaya
Selain menguasai Medang, Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatera. Prasasti Ligor tahun 775 menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya.

Hubungan saudara antara Mataram-Sriwijaya (Wangsa Sailendra) berubah jadi permusuhan saat Rakai Pikatan (Wangsa Sanjaya) mengambilalih tahta Medang. Pada sekitar tahun 850–an, Rakai Pikatan menyingkirkan Balaputradewa putra Samaragrawira seorang Wangsa Sailendra yang kemudian akhirnya menjadi Raja Sriwijaya.
Balaputradewa menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas pelayaran perdagangan.
Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Saat Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk, Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.
Mahapralaya
Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur. Tahun terjadinya peristiwa itu ada dua versi. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006, sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016. Namun untuk sementara banyak yang menetapkan tahun 1006 sebagai musnahnya kerajaan Medang.

Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh , yang naik takhta tahun 991. Pada tahun 1006 (atau 1016) saat Dharmawangsa tengah imengadakan pesta perkawinan putrinya, istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram. Aji Wurawari adalah sekutu Kerajaan Sriwijaya. Dalam peristiwa tersebut, Dharmawangsa tewas.
Tiga tahun kemudian, seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Pangeran itu bernama Airlangga . Ia adalah keturunan Mpu Sindok. Kerajaan yang ia dirikan kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Kahuripan.

8.  Kerajaan Medang Kemulan

Berdasarkan penemuan beberapa prasasti, dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Ibukotanya bernama Watan Mas. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok, setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat, Pasuruan di sebelah timur, Surabaya di sebelah utara, dan Malang di sebelah selatan. Dalam perkembang-an selanjutnya, wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur.
a. Sumber Sejarah
Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti.
3 Berita Asing
Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.
Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. Catatan-catatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan, sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M), terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Pada tahun 992 M, pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. Di samping itu, tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa.
Berita Prasasti
Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain:
• Prasasti dari Mpu Sindok, dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin.
• Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang.
• Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang.
• Prasasti Calcuta, prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok.
b. Kehidupan Politik
Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan, terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut.
Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana.
Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya, maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Bahkan dalam prasasti terakhir, Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Namun, setelah Mpu Sindok turun tahta, keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram, karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur.
Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Oleh karena itu. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Akan tetapi, selang beberapa tahun kemudian, Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa.
Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan, Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa, yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Dalam serangan itu. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia, yaitu Narottama.
Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana.
Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari, yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Seperti sudah disebut, Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia, yaitu Narottama ke dalam hutan. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya.
Selama tiga tahun (1016-1019 M), Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Kemudian, atas tuntutan dari rakyatnya, pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana, dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa.
Antara tahun 1019-1028 M, Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Dengan persiapan yang cukup, antara tahun 1028-1035 M, Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari, Kerajaan Wengker, dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang.
Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya, keadaan masyarakatnya stabil. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan, pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri, tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri, maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. Selanjutnya, Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua, untuk menghindari perang saudara, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu).

9.  Kerajaan Kediri

Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan, setelah kewibawaan kerajaan berahasil dipulihkan, Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Berkat jerih payahnya , Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Menjelang akhir hayatnya , Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M.

Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Namun karena memilih menjadi pertapa, tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. Untuk menghindari perang saudara, Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan, dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 , dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang- bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Hal itu menjadikan suasana gelap, penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan jenggala, kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri.


Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya , terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa meyembahnya sebagai dewa. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok , akuwu Tumapel. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter, pada tahun 1222 M. Dalam pertempuarn itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya, pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri.

10.                   Kerajaan Singasari

Adalah sebuah Kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi Kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Kabupaten Malang. Dan merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit ( 1293 M - awal abad ke 6 M ). Nama resmi Kerajaan Singosari sendiri sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Kitab Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Seperti yang tertulis pula pada Prasasti Kudadu.

Menurut Kitab Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri / Kediri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara jabatan Camat jaman sekarang) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri.

Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya (Raja Kediri) melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi Raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kerajaan Kediri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel di bawah pimpinan Ken Arok.

Urutan raja-raja Singosari dalam Kitab Pararaton adalah:
  • Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
  • Anusapati (1247 - 1249)
  • Tohjaya (1249 - 1250)
  • Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
  • Kertanagara (1272 - 1292)

Kisah suksesi atau peralihan kekuasaan raja-raja Kerajaan Singosari dijelaskan dalam Kitab Pararaton, selalu diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai.
Kertanagara adalah raja terakhir dan Raja terbesar dalam sejarah Kerajaan Singosari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kerajaan Singosari, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Kerajaan Singosari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Kitab Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Kerajaan Singosari di luar Jawa pada masa Raja Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

Kerajaan Singosari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang (Bupati Gelang-Gelang), yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Raja Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Raja Kertanagara mati terbunuh Sedangkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Raja Kertanagara, lolos dari maut. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara), ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit..
Setelah runtuhnya Kerajaan Singosari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singosari pun berakhir.
Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Raja Jayakatwang di Kediri. Setelah Raja Jayakatwang terbunuh, Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa.
Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Kerajaan Singosari, dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa, yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok.
11.                   Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364), Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasannya.

Setelah Raja Kertanegara gugur dalam peristiwa penyerangan Raja Jayakatwang (Raja Kediri), berakhirlah riwayat Kerajaan Singasari. Raja Kertanegara beserta petinggi kerajaan lainnya tewas dalam penyerangan tersebut. Raden Wijaya (menantu Raja Kertanegara) segera melarikan diri ke Sumenep, Madura, dan mendapat perlindungan dari Arya Wiraraja, penguasa Sumenep. Raja Jayakatwang sangat menghormati Arya Wiraraja sehingga Raden Wijaya diampuni. Setelah mendapat pengampunan dari Raja Jayakatwang, Raden Wijaya beserta pengikutnya diizinkan untuk membabat hutan Tarik (sekarang menjadi Desa Trowulan, Jawa Timur) untuk dijadikan desa. Disinilah kemudian berdiri pusat Kerajaan Majapahit.
Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi seluruh Jawa (kecuali tanah Sunda), sebagian besar P. Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur hingga Irian Jaya. Perluasan wilayah ini dicapai berkat politik ekspansi yang dilakukan oleh Patih Mangkubumi Gadjah Mada. Pada masa inilah Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

Sepeninggalan Raden Wijaya, Kerajaan Majapahit dilanda beberapa pemberontakan. Pemberontakan tersebut antara lain ialah pemberontakan Ranggalawe, Sora, dan Kuti selama masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328), serta pemberontakan Sadeng dan Keta pada masa Tribhuwanatunggadewi (1328-1350). Pemberontakan baru dapat berakhir pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Setelah masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk, pamor Kerajaan Majapahit semakin menurun. Pada 1522, Kerajaan Majapahit hancur akibat terjadinya perang saudara. Selain itu, faktor yang juga mempengaruhi runtuhnya Kerajaan Majapahit ialah munculnya Kerajaan Malaka dan berkembangnya kebudayaan Islam. 

12.                   Kerajaan Padjajaran

Pusat Kerajaan Pajajaran awalnya terletak di daerah Galuh, jawa Barat. Raja pertama Kerajaan Pajajaran bernama Sena. Namun, tahta Kerajaan Pajajaran kemudian direbut oleh saudara Raja Sena yang bernama Purbasora. Raja Sena dan keluarganya terpaksa meninggalkan keratin. Tidak lama kemudian, Raja Sena berhasil merebut kembali tahta Kerajaan Pajajaran.
Raja Pajajaran selanjutnya adalah Jayabhupati. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Pajajaran mengembangkan ajaran Hindu Waisnawa. Setelah Jayabhupati, Kerajaan diperintah oleh Rahyang Niskala Wastu Kencana. Pada masa pemerintahannya, pusat kerajaan dipindahkan ke Kawali. Raha Wastu kemudian digantikan oleh Hayam Wuruk. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1357 dan disebut dalam kitab Pararaton sebagai Perang Bubat.
Ketika perang Bubat terjadi, Sri Baduga Maharaja bersama seluruh pengiringnya tewas. Kerajaan Pajajaran diambil alih oleh Hyang Bunisora (1357-1371), pengasuh putra mahkota Wastu Kencana yang masih kecil. Hyang Bunisora berkuasa selama 14 tahun. Pada Prasasti Batu Tulis, raja ini disebut juga Prabu Guru Dewataprani.
Kerajaan Pajajaran selanjutnya diperintah secara berurutan oleh Wastu Kencana. Tohaan, lalu Sang Ratu Jayadewata. Pada masa pemerintahan Sang Ratu Jayadewata, diperkirakan bahwa di Kerajaan Pajajaran telah terdapat penduduk yang beragama islam. Hal ini tergambar dari tulisan seorang ahli sejarah Portugis yang bernama Tome Pires (1513) yang mengatakan bahwa di wilayah timur kerajaan ini terdapat banyak penganut Islam. Tampaknya pengaruh Islam belum masuk ke pusat kerajaan. Namun, pengaruh Islam dari Kerajaan Demak di Jawa Tegah mulai mengancam Kerajaan Pajajaran.
Oleh karena itu Jayadewata bermaksud meminta bantuan Portugis di Malaka untuk menghadapi kerajaan Demak. Usaha itu terlambat karena pada tahun1527, pasukan yang dipimpin oleh Falatehan dari Demak berhasil menguasai pelabuhan Sunda Kelapa, pelabuhan terbesar Kerajaan Pajajaran. Ketika itu, yang berkuasa di Pajajaran adalah Ratu Samiam, putra Jayadewata.
Setelah pelabuhan Sunda Kelapa direbut oleh Kerajaan Demak, Kerajaan Pajajaran harus menghadapi serangan Kerajaan Banten dari arah barat. Pengganti Samiam, yaitu Prabu Ratu Dewata, berusaha mempertahankan ibu kota Pajajaran dari pasukan Maulana Hasanuddin dan putranya, Maulana Yusuf. Pada tahun1579, Kerajaan Pajajaran akhirnya runtuh setelah Kerajaan Banten yang bercorak Islam berhasil menguasai Ibu kota kerajaan. Orang-orang Hindu Pajajaran yang tidak mau tunduk pada penguasa Islam akhirnya melarikan diri kedaerah pedalaman dan kemudian hidup sebagai suku Badui
Kerajaan Bali

Informasi tentang raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Bali diperileh terutama dari prasasti Sanur yang berasal dari 835 Saka atau 913. Prasasti Sanur dibuat oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. Sri Kesariwarmadewa adalah raja pertama di Bali dari Dinasti Warmadewa. Setelah berhasil mengalahkan suku-suku pedalaman Bali, ia memerintah Kerajaan Bali yang berpusat di Singhamandawa. Pengganti Sri Keariwarmadewa adalah Ugrasena. Selama masa pemerintahannya, Ugrasena membuat beberapa kebijakan, yaitu pembebasan beberapa desa dari pajak sekitar tahun 837 Saka atau 915. Desa-desa tersebut kemudian dijadikan sumber penghasilan kayu kerajaan dibawah pengawasan hulu kayu (kepala kehutanan). Pada sekitar tahun 855 Saka atau 933, dibangun juga tempat-tempat suci dan pesanggrahan bagi peziarah dan perantau yang kemalaman.
Pengganti Ugrasena adalah Tabanendra Warmadewa yang memerintah bersama permaisurinya, ia berhasil membagun pemandian suci Tirta Empul di Manukraya atau Manukaya, dekat Tampak Siring. Pengganti Tabanendra Warmadewa adalah raja Jayasingha Warmadewa. Kemudian Jayasadhu Earmadewa. Masa pemerintahan kedua raja ini tidak diketahu secara pasti. Pemerintahan kerajaan Bali selanjutnya dipimpin oleh seorang ratu. Ratu ini bergelar Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi. Ia memerintah pada tahun 905 Saka atau 938. Beberapa ahli memperkirakan ratu ini adalah putrid Mpu Sindok dari kerajaan Mataram Kuno.
Pengganti ratu ini adalah Dharma Udayana Warmadewa. Pada masa pemerintahan Udayana, hubungan Kerajaan Bali dan Mataram Kuno berjalan sangat baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pernikahan antara Udayana dengan Gunapriya Dharmapatni, cicit Mpu Sendok yang kemudian dikenal sebagai Mahendradata. Pada masa itu banyak dihasilkan prasasti-prasasti yang menggunakan huruf Nagari dan Kawi serta bahasa Bali Kuno dan Sangsekerta.
Setelah Udayana wafat, Marakatapangkaja naik tahta sebagai raja Kerajaan Bali. Putra kedua Udayana ini menjadi raja Bali berikutnya karena putra mahkota Airlangga menjadi raja Medang Kemulan. Airlangga menikah dengan putrid Darmawngasa dari kerajaan Medang Kemulan. Dari prasasti-prasasti yang ditemukan terlihat bahwa Marakatapangkaja sangat menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyatnya. Wilayah kekuasaannya meliputi daerah yang luas termasak Gianjar, Buleleng. Tampaksiring dan Bwahan (Danau Batur). Ia juga mengusahakn pembangunan candi di Gunung Kawi.
Pengganti raja Marakatapangkaja adalah adiknya sendiri yang bernama Anak Wungsu. Ia mengeluarkan 28 buah prasasti yang menunjukkan kegiatan pemerintahannya. Anak Wungsu adalah raja dari Wangsa Warmadewa terakhir yang berkuasa di kerajaan Bali karena ia tidak mempunyai keturunan. Ia meninggal pada tahun 1080 dan dimakamkan di Gunung Kawi (Tampak Siring).
Setelah anak Wungsu, kerajaan Bali dipimpin oleh Sri Sakalendukirana. Raja ini digantikan Sri Suradhipa yang memerintah dari tahun1037 Saka hingga 1041 Saka. Raja Suradhipa kemudian digantikanJayasakti. Setelah Raja Jayasakti, yang memerintah adalah Ragajaya selitar tahun 1155. Ia digantikan oleh Raja Jayapangus (1177-1181). Raja terakhir Bali adalah Paduka Batara Sri Artasura yang bergelar Ratna Bumi banten (Manikan Pulau Bali). Raja ini berusaha mempertahahankan kemerdekaan Bali dari seranggan Majapahit yang di pimpin oleh Gajah Mada. Sayangnya upaya ini mengalami kegagalan. Pada tahun 1265 Saka tau 1343, Bali dikuasai Majapahit. Pusat kekuasaan mula-mula di Samprang, kemudian dipindah ke Gelgel dan Klungkung